Total Pageviews

Wednesday, April 20, 2011

UTS Pengantar Ilmu Komunikasi

Nama : Riska Setiawati
NIM : 0971511829
Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Komunikasi
Dosen : Bpk. Medya Apriliansyah, S.E, M.SI
===============================


Soal

1. Sebutkan pengertian komunikasi berdasarkan teori – teori yang anda ketahui, dan jelaskan pemahaman anda tentang teori tersebut?

2. Sebagai seorang komunikator harus bisa mengenal/memahami diri, menurut Joseph Luft & Harington Ingham merumuskan sebuah konsep yang perlu diketahui oleh seorang komunikator. Apa nama konsep tersebut dan jelaskan! Berikan contoh kongkrit dari konsep tersebut?

3. Dalam mengklasifikasikan komunikasi, indikator yang paling umum adalah berdasarkan konteksnya atau tingkatnya. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi komunikasi berdasarkan konteksnya tersebut?

4. Apa yang dimaksud dengan :
a. Self awarness
b. Self acceptance
c. Self actualization
d. Self disclose


Jawab

1. Pengertian Komunikasi menurut beberapa ahli, yaitu sebagai berikut :

Dr. Everett Kleinjan (East West Center Hawaii)
“Komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernapas. Sepanjang manusia ingin hidup, ia perlu berkomunikasi.”

Profesor Wilbur Schraam
Komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebab tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat maka manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi.

Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Rogers & D. Lawrence Kincaid (1981)
Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam.

Menurut Lexicographer (ahli kamus bahasa),
Komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.

Menurut Frank E.X. Dance dalam bukunya Human Communication Theory terdapat 126 buah definisi tentang komunikasi yang diberikan oleh beberapa ahli dan dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja, Pengantar ilmu komunikasi dijabarkan tujuh buah definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi-definisi tersebut adalah sebagai berikut :

Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).

Bernard Berelson dan Gary A. Steiner
Komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, figur, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi.

Theodore M. Newcomb
Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi, terdiri dari rangsangan yang diskriminatif dari sumber kepada penerima.

Carl. I. Hovland
Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (Komunikate).

Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.

Lasswell, 1960
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (Who?, says what?, in which channel? to whom? with what effect?

Raymond S. Ross
Komunikasi (intensional) adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator.

Mary B. Cassata dan Molefi K. Asante
Komunikasi adalah transmisi informasi dengan tujuan mempengaruhui khalayak.

Gode, 1959
Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.

Barnlund, 1964
Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.

Ruesch, 1957
Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.


Menurut saya,
Komunikasi adalah Suatu aktifitas/kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam bentuk penyampaian pesan/message ataupun informasi dari seseorang kepada orang lain atau yang biasa disebut dengan Komunikator/Sender kepada seorang Komunikan/receiver dimana pesan/message itu disampaikan melalui saluran ataupun media, baik secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung (melalui media cetak/elektronik, dll.) dan setelah pesan itu disampaikan, seorang komunikator berharap adanya umpan balik/feed back dari komunikan kepada komunikator tersebut, tentunya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator itu sendiri, baik itu adanya perubahan sikap maupun bertambahnya ilmu pengetahuan bagi seorang komunikan.



2. Johari Window atau Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self-awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita. Model yang diciptakan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham di tahun 1955 ini berguna untuk mengamati cara kita memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi. 4 Bagian tersebut adalah sebagai berikut :

1. Wilayah Terbuka (open area)
2. Wilayah Buta (blind area)
3. Wilayah Tersembunyi (hidden area)
4. Wilayah Tak dikenal (unknown area)


JENDELA JOHARI/ “JOHARI WINDOW”



(1) Wilayah Terbuka (open area) adalah wilayah yang dapat diketahui oleh diri sendiri maupun orang lain. Dimana orang tersebut dapat mengenal dirinya dengan baik, baik itu mengenai kelebihan, kekurangan, hal kepribadian ataupun sifat yang dimiliki oleh orang tersebut.

Contoh : Menyebutkan/memberitahukan nama, tempat tinggal, agama, bangsa, pendidikan, kegemaran dan sebagainya.

Sejauhmana kita dapat membuka jendela pada bagian ini (open area) maka semakin mudah orang lain menerima kehadiran diri kita.


(2) Wilayah Buta (blind area) adalah Wilayah yang tidak dapat diketahui oleh diri sendiri tetapi justru orang lain dapat mengetahuinya.

Contoh : Orang lain tahu mengenai tabiat-tabiat buruk seseorang, mis. bau badan seseorang.
Orang lain tahu bagaimana cara mengurangi grogi, bagaimana caranya menghadapi dosen A, dll.


(3) Wilayah Tersembunyi (hidden area) adalah Kemampuan yang kita miliki tersembunyi sehingga tidak diketahui oleh orang lain.


Di dalam wilayah ini, terdapat 2 konsep diantaranya:

1. Over Disclose : Sikap terlalu banyak mengungkap sesuatu. Sehingga hal-hal yang seharusnya disembunyikan juga diutarakan. Contoh : Konflik rumah tangga.

2. Under Disclose : Sikap terlalu menyembunyikan sesuatu yang seharusnya dikemukakan. Sikap ini menyulitkan psikiater, sebuah pasien sangat sulit menyampaikan informasi untuk pengobatan dirinya sendiri.

Contoh : Perhatian kita mengenai atasan, pekerjaan, keuangan, keluarga, kesehatan dan sebagainya.

(4) Wilayah Tak dikenal (unknown area) adalah Selain kita sendiri yang tidak mengenal diri juga orang lain tidak mengetahui siapa kita. Dampaknya bisa sering terjadi kesalahpahaman/salah persepsi terhadap orang lain yang belum dikenal.

Contoh : Menjudge seseorang sombong, padahal orang tersebut belum pernah berkenalan dengan diri kita.


3. Dalam mengklasifikasikan komunikasi, indikator yang paling umum adalah berdasarkan konteksnya atau tingkatnya. Terdapat empat tingkat komunikasi yang disepakati banyak pakar, yaitu: Komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi dan komunikasi massa. Beberapa pakar lainya menambahkan Komunikasi intrapribadi, komunikasi diadik (Komunikasi dua orang) dan komunikasi public (Pidato di depan Khalayak).

(1). Komunikasi Intrapribadi

Komunikasi Intrapribadi (intrapersonal communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri. Contohnya berpikir. Komunikasi ini merupakan landasan komunikasi antar pribadi dan komunikasi dalam konteks–konteks lainya, meskipun dalam disiplin komunikasi tidak dibahas secara rinci dan tuntas. Dengan kata lain komunikasi intrapribadi ini melekat pada komunikasi dua-orang, tiga–orang dan seterusnya, karena sebelum berkomunikasi dengan orang lain kita bisanya berkomunikasi denga diri sendiri. Keberhasilan komunikasi kita dengan orang lain bergantung pada keefektifan komunikasi kita dengan diri sendiri.

(2). Komunikasi Antarpribadi

Komunikasi Antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang–orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal. Bentuk khusus dari komunikasi antar pribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang melibatkan hanya dua orang, seperti suami–istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid atau dosen-mahasiswa. Ciri–ciri komunikasi diadik adalah pihak–pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat, pihak–pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal ataupun nonverbal. Keberhasilan komunikasi menjadi tanggung jawab para peserta komunikasi. Kedekatan hubungan pihak–pihak yang berkomunikasi akan tercermin pada jenis–jenis pesan atau respon nonverbal mereka, seperti sentuhan, tatapan mata yang ekspresif dan jarak fisik yang sangat dekat. Meskipun setiap orang dalam berkomunikasi antarpribadi bebas mengubah topik pembicaraan, kenyataannya komunikasi antarpribadi bisa saja didominasi oleh suatu pihak. Misalnya, komunikasi suami-istri didominasi oleh suami, komunikasi dosen–mahasiswa oleh dosen dan komunikasi atasan–bawahan oleh atasan.

(3). Komunikasi Kelompok

Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama (adanya saling kebergantungan), mengenal satu sama lainnya dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut, meskipun setiap anggota boleh jadi punya peran berbeda. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, tetangga, kawan–kawan terdekat; kelompok diskusi; kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dengan demikian, komunikasi kelompok bisanya merujuk pada komunikasi yang dilakukan kelompok kecil (small group communication), jadi bersifat tatap–muka. Umpan balik dari seorang peserta dalam komunikasi kelompok masih bisa diidentifikasi dan ditanggapi langsung oleh peserta lainnya. Komunikasi kelompok dengan sendirinya melibatkan juga komunikasi antar pribadi, karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.


(4). Komunikasi Publik

Komunikasi publik (public communication) adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khayalak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut pidato, ceramah atau kuliah (umum). Tabligh akbar yang sering disampaikan pendakwah kondang K.H. Zainuddin MZ adalah contoh komunikasi publik yang paling kena. Komunikasi publik biasanya berlangsung lebih formal dan lebih sulit dari pada komunikasi antarpribadi atau komunikasi kelompok, karena komunikasi publik menuntut persiapan pesan yang cermat, keberanian dan kemampuan menghadapi sejumlah orang besar. Daya tarik fisik pembicara bahkan sering merupakan faktor penting yang menentukan efektivitas pesan, selain keahlian dan kejujuran pembicara. Ciri–ciri komunikasi publik adalah : terjadi di tempat umum (publik), misalnya di auditorium, kelas, tempat ibadah (Mesjid) atau tempat lainnya yang dihadiri sejumlah besar orang. Komunikasi publik sering bertujuan memberikan penerangan, menghibur, memberikan penghormatan atau menbujuk.


(5). Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan juga informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar daripada komunikasi kelompok. Oleh karena itu, organisasi dapat diartikan sebagai kelompok dari kelompok–kelompok. Komunikasi organisasi seringkali melibatkan juga komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi dan ada kalanya juga komunikasi publik. Komunikasi formal adalah komunikasi menurut struktur organisasi, yakni komunikasi kebawah, komunikasi ke atas dan komunikasi horizontal, sedangkan komunikasi informal tidak bergantung pada struktur organisasi, seperti komunikasi antarsejawat, juga termasuk selentingan dan gossip.


(6). Komunikasi Massa
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik (radio, televisi), biayanya relative mahal, yang dikelola oleh suatu lambaga atau orang yang dilembagakan, yang ditunjukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim dan heterogen. Pesan–pesannya bresifat umum, disampaikan secara cepat, serentak dan selintas (khususnya media elektronik). Meskipun khalayak ada kalanya menyampaikan pesan kepada lembaga (dalam bentuk saran-saran yang sering tertunda), proses komunikasi didominasi oleh lembaga, karena lembagalah yang menentukan agendanya. Komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok, komunikasi publik dan komunikasi organisasi berlangsung juga dalam proses untuk mempersiapkan pesan yang disampaikan media massa ini.


Konteks – konteks komunikasi lainnya
Konteks – konteks komunikasi lain dapat dirancang berdasarkan kriteria tertentu, misalnya berdasarkan derajat keterlibatan teknologi dalam komunikasi. Menurut Blake dan Haroldsen, telepon dapat diklasifikasikan sebagai komunikasi media yang terletak diantara komunikasi tatap-muka dan komunikasi massa, yang ditandai dengan penggunaan teknologi dan berlangsung dalam kondisi khusus dan melibatkan peserta yang dapat diidentifikasi. Jadi penerima pesannya relatif sedikit dan diketahui oleh komunikator. Last but not least, konteks komunikasi dapat diklasifikasikan berdasarka bidang, kejujuran atau kekhususan, sehingga menjadi : komunikasi politik, komunikasi kesehatan, komunikasi pertanian, komunikasi bisnis, komunikasi instruksional, komunikasi pembangunan, komunikasi antar budaya, komunikasi internasional dan bahkan komunikasi antar galaksi. Bidang komunikasi yang disebut terakhir memang belum masuk kedalam disiplin ilmu komunikasi.


4. a). Self awarness adalah suatu konsep diri dimana dalam kesadaran diri akan seseorang tentang ”siapa aku?”, ”dimana aku?”, ”bagaimana aku””, ”apa yang telah aku lakukan?” dan ”bagaimana orang memandang diriku?”. Jadi dalam proses ini terjadinya konsep diri yang menyadari kenyataan sebenarnya siapa aku.

Jadi dari pengertian self awarness, suatu konsep diri untuk menyadari keadaan sebenarnya yang terjadi dalam diri.siapa aku?? seperti apa aku?? bagaimana keadaanku?? berada dimana aku? bagaimana orang melihat diriku?? dan itu harus dijawab dalam diri sendiri secara jujur agar dapat gambaran seutuhnya tentang diri sendiri.

b) Self acceptance adalah suatu konsep diri dimana orang itu sadar pada dirinya, maka yang terjadi pada dirinya akan diterimanya sebagai kenyataan.

Jadi dari penyadaran akan keberadaan diri dan kenyataan dalam diri sendiri maka harus bisa menerima apapun kenyataan sebenarnya dalam diri. Dan menjadikan sebuah kelebihan ataupun kekurangan yang harus diminimalisasikan.

c) Self actualization adalah suatu konsep diri dimana seseorang dapat menerima kenyataan itu, orang baru dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh dirinya.

Jadi setelah melalui proses akan penyadaran diri dan menerima apa yang ada sebenarnya sesuai kenyataan maka ditemukannya kelebihan dan kekurangan. Dengan adanya kelebihan dikembangkannya dan bisa menjadi sebuah kekuatan dalam diri, sedangkan kekurangan yang ada diminimalkan agar tidak menjadi senjata yang makan tuan.

d) Self disclose adalah konsep diri dimana tanpa disadari kelebihan yang ada didalam diri diketahui orang banyak

Jadi dalam konsep ini, terjadi komunikasi atau diketahuinya kelebihan yang ada dalam diri oleh orang lain secara terang-terangan.

2 comments: